Kamis, 15 Maret 2012

JANJI

anji adalah refleksi sosial manusia dalam kehidupan berinteraksi atau muamalah dengan yang lain, alam kehidupan ini kita akan banyak sekali berjanji baik yang memang benar kita ucapkan karena kita akan memenuhinya, atau janji yang hanya untuk menyenangkan seseorang secara sepintas, padahal kita tak ingin memenuhinya, atau bahkan janji yang kita tahu tak akan bisa memenuhinya.
Janji memang ringan diucapkan namun berat untuk ditepati. Betapa banyak orang yang dengan entengnya berjanji untuk bertemu namun tak pernah menepatinya. Membuat janji tidak bisa dianggap remeh. Janji adalah sebuah komitmen, dan kita bisa dikejar perasaan bersalah -walau banyak yang tidak merasa - gara gara wanprestasi atau ingkar janji. Mereka yang selalu menepati janji adalah pribadi yang memiliki integritas, karena menjadi barang langka di kehidupan hedonis ini.
Janji menurut wikipedia adalah sebuah kontrak psikologis yang menandakan transaksi antara 2 orang di mana orang pertama mengatakan pada orang kedua untuk memberikan layanan maupun pemberian yang berharga baginya sekarang dan akan digunakan maupun tidak. Janji juga bisa berupa sumpah atau jaminan.Janji dapat diucapkan maupun ditulis sebagai sebuah kontrak. Melanggar janji tak hanya sering dianggap sebagai perbuatan tercela, malahan juga ilegal, seperti kontrak yang tidak dipegang teguh.

Pasti kita ingat bahwa Sejak kecil kita diajar bahwa janji adalah sesuatu yang suci. "Jangan berjanji bila kamu tidak dapat menepatinya" adalah nasihat yang diturunkan dari generasi ke generasi. Mengapa?
Tidak menepati janji dapat membuat kita kehilangan kepercayaan dari orang-orang yang mengandalkan kita. Kita cenderung untuk tidak memercayai kata-kata seseorang yang tidak dapat atau tidak mau
mewujudkan kata-kata dalam tindakan. Menepati janji adalah bagian dari iman. Barangsiapa yang tidak menjaga perjanjiannya maka tidak termasuk tanda kemunafikan dan bukti atas serta rusaknya hati.

Sikap mengingkari janji terhadap siapapun tidak dibenarkan , meskipun terhadap anak kecil. Jika ini yang terjadi, disadari atau tidak, kita telah mengajarkan kejelekan dan menanamkan pada diri mereka perangai yang tercela. Orang tua sering mengungkapkan janji pada anak-anak kecil ketika menangis seperti kalimat janji yang tidak ditepati atau menakut-nakuti dengan sesuatu yang tidak ada adalah sangat tidak diperbolehkan. Ketika kita melaksana Bisnis, Rumah Tangga, Kehidupan bermasyrakat di lakukan dalam suasana atau kebiasaan ingkar janji, maka yang ada kita tidak akan dipercaya lagi.

Siapapun orangnya tidak akan suka kepada orang yang ingkar janji. Karenanya, dia akan dijauhi di tengah-tengah masyarakat dan tidak ada nilainya di mata mereka.Namun anehnya ternyata masih banyak orang yang jika berjanji hanya sekedar igauan belaka. Dia tidak peduli dengan kehinaan yang disandangnya, karena orang yang punya mental suka dengan kerendahan tidak akan risih dengan kotoran yang menyelimuti dirinya. hal tersebut sering kita dengar ketika Para pemimpin memperebutkan kekuasaan mereka sering mengobral janji-janji kosong.
Mengingkari janji mempunyai konsekwensi hukum Janji yang mengandung tanggung jawab materi, seperti janji membeli suatu produk atau menjualnya, atau janji memberi sejumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan tertentu, bila diingkari selain dosa, oleh pendapat mazhab Maliki, juga boleh dituntut di pengadilan untuk dimintai ganti rugi. Ini terutama bila ingkar janji tersebut menimbulkan kerugian yang sifatnya materi. dan hal ini masuk kedalam Kitap Undang-undang Hukum Perdata dan atau Pidana.
Memang berusaha menepati janji, sepertinya hal yg selalu ingin kita lakukan, tetapi terkadang banyak hal yang membuat kita berat untuk berusaha tetap memenuhi janji yang kita buat sendiri. terkdang sebuah janji bukan sekedar hutang yang perlu dilunasi, tetapi terkandung jaminan kepastian yang menimbulkan harapan bagi insan dunia. Menepati janji adalah cerminan kedewasaan hati dan pikiran. Maka ada petuah bijak yg bilang "jangan berjanji jika tak sanggup menepati.", jadi janganlah membuat janji bila kita memang tidak bisa/tidak ingin menepatinya. (EA)
"Tidak ada yang harus ditepati selama kita tidak pernah berjanji..."

"Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabann ya." (Al-Isra`: 34)

Salam Sukses & Bahagaia

Post BY Erwin Arianto,SE 

IBU


♥♥♥♥ IBU....♥♥♥♥


Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia...

Dan “Ibuku” merupakan sebutan terindah..
.
Kata yang semerbak cinta dan impian,...
manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa...

Ibu adalah segalanya....
Ibu adalah penegas kita dikala lara,...
impian kta dalam rengsa, rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta,... kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi... Siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa
merestui dan memberkahinya.

Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu. Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian.

Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan. Bumi menumbuhkan, menjaga dan membesarkannya. Pepohonan
dan bebungaan adalah ibu yang tulus memelihara bebuahan dan bebijian.

Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud....
Penuh cinta dan kedamaian.
..
~ Khalil Gibran

MOM...I LOVE U....SO MUCH...

Diambil dari Tag Nenk Manda Wahid

Do'a Tiap Pagi

Ya Allah, tetapkanlah dipagi yg indah ini sebagai pembuka pintu rizki & keberkahanMu dari seluruh penjuru langit & bumi bagi kami & keluarga kami. jadikanlah keluarga kami sbg keluarga yg penuh cinta & kasih sayang, dlm naungan ridhaMu hingga keluarga kami dipenuhi cahaya yg dpt menuntun kami dijalan lurusMu. Ya Allah, jadikanlah kehidupan keluarga kami sesuai dg tuntunan, bimbingan & keridhaanMu, Ya Allah, jadikanlah hari ini sebagai pembuka pintu rizki, pintu keberkahan, pintu kebaikan, pintu nikmat, pintu kesabaran, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu kebugaran & pintu surga bagi kam"

Doa Indah

Sahabatku....

Semoga Allah SWT melimpahkan kepada kita semua
☑ Sisa usia yg Barokah
☑ Kesehatan Lahir & Bathin
☑ Rezeki yg Melimpah & Barokah
☑ Kesuksesan dalam segala hal
☑ Kebahagiaan dunia-akhirat
☑ Keluarga yg Sakinah Mawadah Warohmah
☑ Rahmat, Hidayah & KaruniaNya
☑ Dijauhkan dari segala keburukan & didekatkan pada kebaikan
☑ Sëmogǝ sëlǝlû dǝlǝm Lìnðungǝn اَللّهُ

Aamiin.....

Kamis, 03 Februari 2011

Wahai Calon Imamku yang di muliakan Allah....

Terimakasih telah mengenalkanku pada rasa cinta
yang dulunya hanya ku reka reka
terimakasih untuk rasa sayang mu pada ku
aku sangat nyaman bersamamu
kegembiraan dan keceriaan
kini selalu menghiasi hari hari ku
dan itu karenamu

Aku mencintaimu karena ALLAH
aku mengharapkan ridho NYA
untuk cinta yang kurajut bersamamu
Aku mengharapkan cinta NYA
kelak akan menyatukan kita...
menyatukan kita dalam iman
yang mengantarkan pada cinta NYA

Calon Imanku yang dirakmati ALLAH

Ijinkan aku mencintaimu
dengan keinginan tulus agar dapat
mengabdi pada NYA, menggapai magfirahNYA
menyempurnakan keimanan yang kumiliki
bantu aku agar lebih dekat denganNYA
karena NYA jua aku lebih dekat dengan mu
bantu aku menjaga cinta ini
agar tetap tumbuh subur dan semakin subur
juga semakin menyuburkan cinta kita pada NYA

Seperti katamu..
Biarlah cinta tumbuh
biarlah berkembang
peluklah dengan erat
jangan biarkan cinta itu hilang

Aku mulai merasakan kehadirannya dalam hidupku
merasakan hangatnya dalam hati
dan mulai memberi warna dalam hidupku
juga memberi arti dalam kehidupanku

Jika ALLAH mengijinkan
Aku tak ingin kehilangan cinta ini
aku tak ingin merasakan kehilangan
dan menutup lembaran indah bersamamu

Ada hati hati
yang terikat pada janji cinta kepada ALLAH
untuk selalu mengabdi dan menghiasi akhlaknya....

Hati hati yang sepakat
untuk saling tulus mencintai, mendukung dan saling memelihara
rasa cinta itu....

Hati hati yang tak rela
pada hadirnya amarah
sebab tak hendak padamkan
sinar kasih dari mata mata
yang senantiasa memancarkan cahaya keikhlasan

Calon Imamku Yang Saleh

Aku berharap hati hati itu adalah milik kita
hati hati
yang penuh cinta dan harap padanya
mampu membangun sebuah cinta yang tulus
cinta yang selalu berharap RidhoNya
yang tidak buta, tidak menyiksa
namun senantiasa menarik
menghampiri dengan hati dan
hadir dengan sinar mata....
tulus...
dan hadir untuk pengorbanan dan kesetiaan


Ku kan coba tunjukkan dengan lembut
berikan perhatian dengan kesungguhan
agar engkau mengerti
bahwa aku sungguh mencintaimu

Kumohon kepada ALLAH

Agar membuka hati dan wawasan kita
menjadikan kita sebagai pencari hikmah
yang penuh kerendahan hati
membuka telinga kita selebar lebarnya
juga mengunci lisan kita
dari berbagai ucapan yang berlebihan
serta kata kata yang menyakitkan
menjauhkan kita dari sifat ujub dan takabur
yang akan menjadikan kita orang orang yang tertipu
oleh "kehebatan diri"
Na'udzubillahi min dzalik...

Aku senantiasa memohon kepada ALLAH

Agar ALLAH menjadikan kita
orang orang yang mencintai kebersahajaan
yang senantiasa rendah hati
yang dengannya
ALLAH dan segenap makhluknya mencintai kita....

Banyak cinta untukmu
- Imanda Amalia -

Selasa, 04 Agustus 2009

... I'tiraf ...

Pasti pernah dengan lagu I’tiraf yang di nyanyi’in Raihan kan ? Tau nggak, bahwa itu sebenarnya do’a yang di lantunkan oleh seorang hamba ALLAH yang bernama ABU NAWAS. Sosok lugu, agak pandir dan sering kita anggap sosok konyol yang tingkah dan ucapannya mengundang tawa…Gini nih ceritanya sampai doa itu terlantunkan…Alkisah, seorang laki – laki setengah baya sedang duduk sendirian, memperhatikan matahari yang berangsur – angsur tenggelam. Suasananya cukup hening. Ia melihat begitu indahnya warna langit yang di penuhi dengan mega berwarna kuning jingga. Ia memperhatikannya dengan seksama, hingga akhirnya suasana indah itu hilang seiring dengan tenggelamnya matahari di ufuk barat. Entah apa penyebabnya, tiba – tiba ia tak mampu membendung air matanya. Hatinya terasa pedih. Ia menangis tersedu – sedu. Ia menengadahkan kedua tangannya sambil berkata :” Ilahi lastu lil firdausi ahlanWalaa aqwaa ‘alannaril jahiimiifahabli taubatan waghfir dzunuubifainnaka ghafirudzdzambil ‘adzhiimiidzunuubi mitslu a’daadir rimalifahablii taubatan yaa dzal jalaaliwa ‘umrii naaqishun fii kulliyaumiwa dzambii zaa idun kaifahtimaliilahi ‘abdukal ‘aashi ataakamuqirran bi dzunubi waqad da’aakafa in taghfir faanta lidzaka ahlunwa in tadrud faman narjuu siwaakaa “Terjemahannya kurang lebih demikian :” Ya Tuhanku, aku tidaklah pantas menjadi ahli syurga firdausMuNamun aku juga tak kan sanggup masuk ke neraka jahimMU.Oleh karena itu, terimalah taubatku dan tutupilah dosa – dosaku.Sesungguhnya Engkau maha mengampuni dosa – dosa besar.Dosa – dosa ku seperti hamparan pasir di laut, maka terimalah taubatku wahai Dzat yang Maha Agung…Umurku terus berkurang setiap hari, namun dosa – dosaku bertambah setiap hari…Bagaimana aku mampu menanggungnya ?Ya Tuhanku, hambaMu yang berlumur dosa ini datang kepadaMUSesungguhnya aku benar – benar berdosa kepadaMUDan bila Engkau tidak mengampuni aku, kepada siapa lagi aku berharap selain Engkau ?”Abu Nawas, sosok yang dikenal sosok lugu, agak pandir dan sering kita anggap sosok konyol yang tingkah dan ucapannya mengundang tawa, sebenarnya adalah orang yang baik dan sangat jujur. Kalimat – kalimat diatas adalah bentuk pengakuan dirinya atas semua dosa – dosa yang telah ia perbuat. Ketika Ia menyadari usianya yang semakin senja, tentu saja kepastian untuk segera kembali menghadap ALLAH itu pun akan segera datang.Ia menangis ketika menyaksikan matahari tenggelam, karena ia menyadari bahwa orang hidup di dunia ini dapat di ibaratkan seperti itu. Namun jarang sekali kita mau merenungkan tanda – tanda kebesaran ALLAH swt. Dan mengambil pelajaran dari peristiwa demi peristiwa dalam hidup kita.Ketika matahari akan tenggelam sering kali membawa suasana menyenangkan dan warna langit menjadi sangat indah. Sampai – sampai banyak orang yang terlena oleh keindahannya. Sementara mereka tidak menyadari bahwa sebentar lagi matahari akan tenggelam dan kegelapan malampun akan segera menyelimutinya. Kecuali orang yang sadar dan telah menyiapkan diri dengan membawa lentera untuk menerangi ketika malam tiba.Rasulullah saw menangis hingga berguncang dadanya dan jenggotnya basah oleh air mata ketika menerima wahyu yang berbunyi : ” Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya siang dan malam terdapat tanda – tanda (kebesaran ALLAH) bagi orang – orang yang berakal. Yaitu orang – orang yang mengingat ALLAH sambil berdiri atau duduk ataupun berbaring, dan mereka yang merenungkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata : ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini semua dengan sia – sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka.’ ” (QS. Ali – Imran : 190 – 191)Ketika Bilal bin Rabbah, muadzin kesayangan Rasulullah datang menegur, ” Mengapa engkau menangis wahai Rasulullah ? Padahal ALLAH telah mengampuni dosa – dosamu yang lalu dan yang akan datang ?”Rasulullah pun menjawab, ” Bukankah aku belum menjadi hamba yang bersyukur ? Aku menangis karena tadi malam telah turun wahyu kepadaku yang bunyinya : ‘Celakalah orang – orang yang membaca ayat ini kemudian tidak mau merenungkannya.’ “Saat ini, Rasulullah dan Abu Nawas sama – sama sudah tiada, namun kita harus merenungkan semua ini. Sudahkah kita menjadi hamba yang bersyukur dan menyadari keberadaan kita di dunia ini dan kewajiban kita padaNYA.Seperti yang di katakan oleh Rasulullah bahwa hidup di dunia ini hanya persinggahan saja untuk menuju ke tujuan utama kita yaitu akhirat. Namun sudah cukupkan bekal kita untuk melakukan perjalanan tersebut ? Perjalanan akhirat menuju kehidupan yang sebenarnya, yang kekal dan abadi ?Wallahualam bi shawab….Semoga kita selalu dapat mengambil pelajaran dari setiap peristiwa…~ (imanda amalia )

GURU – GURU TAUHIDKU

Mama, nanti aku mau kaya mama, jadi dokter juga, “ begitu celotehku saat aku kecil dulu.“ Kenapa Manda mau jadi dokter ? “ tanya mamaku menanggapi celotehku“ Abis hebat, bisa nyembuhin orang sakit, “ jawabku polosAku memang sangat kagum pada kedua orang tuaku, buatku mereka berdua orang hebat yang bisa menyembuhkan orang sakit. Dan hebatnya lagi keduanya jarang sakit.“ Manda sayang, mama sama papa nggak bisa menyembuhkan mereka yang sakit. Yang menyembuhkan mereka adalah ALLAH, “ mama menjelaskan panjang lebar tentang kekagumanku, “Mama dan Papa hanya perantara ALLAH untuk membuat mereka menjadi sehat kembali dari sakitnya. Tanpa ijin ALLAH mama dan papa tidak bisa berbuat apa - apa “ “ Iya, tapi manda tetep mau jadi dokter kaya mama sama papa. Manda mau kaya mama, bisa liat adik bayi tiap hari. “Mama memang dokter kandungan, aku tau karena mama sering mengajakku ke RS bila aku sedang libur. Di mataku pekerjaan mama sangatlah menyenangkan, setiap hari ada saja bayi – bayi lucu yang lahir dan mama lah yang membantu persalinan ibunya. Begitulah Mama dan Papa menerangkan padaku tentang pekerjaannya yang di mataku sangat mengagumkan. Namun kini aku menyadari satu hal, dalam segala keterangannya, mama dan papa selalu saja menyampaikan semuanya di sertai penanaman tauhid untuk putri kecilnya. Sejak aku kecil, mama dan papa selalu saja mengenalkan ALLAH dan Rasulnya dengan sangat baik. Mungkin karena kami tinggal di luar negeri, dimana Islam adalah minoritas. Namun yang aku tau mama dan papa mengajarkan aku mencintai ALLAH dan RasulNya sejak aku masih kecil.Kata Nenek (semoga ALLAH memberimu tempat terindah disisiNya, amiin. Luv U Nek, manda kangen …) dulu waktu aku masih di perut mama, setiap malam sebelum tidur, papa selalu mengaji untuk manda. Setelah lahir, papa tetap melakukan hal yang sama setiap hari sampai aku bisa di ajak sholat. Sementara mama selalu membaca doa sebelum tidur dan doa untuk orang tua saat aku masih bayi sampai aku batita.Sejak manda bisa diajak sholat mama dan papa mulai mengajarkan doa – doa pendek yang mudah ku hafalkan. Aku mulai diajak sholat saat usiaku masih 4 tahun.Yang kuingat, dalam setiap kesempatan mama selalu mengajarkan aku berdialog dengan ALLAH, seperti misalnya saat bangun tidur, mama selalu mengajarkan aku untuk mengucapkan, “ terima kasih ya ALLAH, manda hari ini bangun dengan sehat. “ Seolah – olah ALLAH ada di dekatku. Atau dalam kesempatan lain, saat aku sakit, mama selalu mengajarkan aku untuk minta pada ALLAH kesembuhan, “ Ya ALLAH manda mau sembuh lagi …” Tidak dengan doa yang masih sulit di ingat, tapi cukup dengan percakapan sehari – hari yang biasa ku lakukan. Berbeda dengan Papa yang mengenalkan ALLAH dengan cara yang lain. Papa selalu mengenalkan ALLAH melalui ciptaanNya. Bagaimana aku harus mencintai makhluk hidup lainnya di sekitarku dan berbagi kasih sayang dengan mereka. “ Ayo tanamannya disiramin dulu yuk, manda sudah makan, sekarang giliran bunganya yang makan, “ kata papa sambil menggandengku kehalaman untuk menyirami bunga – bunga peliharaan nenek yang cantik – cantik. Atau suatu saat aku melihat seekor kupu – kupu dan ingin memegangnya, papa bilang kupu – kupu juga seperti manda, nggak mau di pegangin sehingga nggak bisa bergerak bebas. Kalau manda suka manda cukup memandanginya saja ketika ia terbang di halaman nenek. Kali lain, papa mengajarkan aku banyak hal ketika bermain di pantai, menceritakan bagaimana ALLAH sangat kaya, Ia memiliki pantai yang indah dan luar biasa luas. Siapapun boleh datang dan bermain disana, siapapun boleh menikmati kecantikannya. “ALLAH tidak pernah pelit pada makhlukNya, kalau ALLAH aja nggak pelit, manda juga harus begitu, ya. “Karna ALLAH punya segalaNya, tapi tidak pernah menolak ketika hambaNya meminta sesuatu.Nenek dan Kakek juga selalu mengajarkan hal yang sama padaku. Aku tidak pernah dimarahi dengan kata – kata yang kasar. Hukuman yang kuterima dari kenakalanku biasanya berupa hukuman tidak boleh main keluar rumah, tidak di ijinkan makan kue bikinan nenek (sekalipun beliau tetap menyisakannya untuk ku saat hukumanku berakhir nanti. )Setiap hari aku memang lebih sering bersama nenek dan kakek. Papa dan Mama sibuk dengan pekerjaannya. Nenek tidak pernah lupa mengajakku berdialog dengan ALLAH setiap saatnya, aku harus mengucapkan salam ketika masuk rumah, dan ini lalu di tiru oleh teman – teman bule ku yang jadi sangat lucu ketika mereka yang mengucapkan. “ Assalam itu nama ALLAH, ALLAH suka disapa oleh manda, jadi sering – seringlah mengucapkan salam ya sayang, agar ALLAH sayang pada manda.” Kakek bilang ALLAH itu Maha Perkasa, “ Tuh, lihat ! ALLAH yang menurunkan hujan, supaya manda tidak kepanasan, dan tanaman nenek dapat makanannya. “ Siapa yang bisa menurunkan hujan kalau bukan ALLAH ?Dan seorang pak Usman, semoga ALLAH memuliakan beliau, dimanapun beliau berada sekarang, guru ngaji manda yang menambah kekaguman manda pada ALLAH dan RASULNYA. Membuat manda semakin ingin di cintai Nya, dan mencintai Nabi Nya yang luar biasa itu. Dari beliau pula manda tergerak untuk menggunakan jilbab setiap hari setiap saat saat usia 8 tahun. Sekolah memang mengharuskan siswinya berjilbab, tapi itu langsung terlepas sesampainya di mobil, hahahaha … “ Manda takut ALLAH nggak sayang lagi sama manda kalau manda nggak mau menutup aurat Ma, belikan manda jilbab ya ma … Manda mau berjilbab kaya mama dan nenek. “ Malam itu juga Mama menelpon tante di Jakarta untuk mengirimkan jilbab kecil untuk manda.Pak Usman juga sering bercerita bagaimana sayangnya Nabi pada kita, bahkan beliau rela menyimpan doanya yang langsung di ijabah ALLAH sebagai simpanan, “ Rasulullah menyimpan hak doanya untuk di jadikan syafa’at bagi kita semua yang juga mencintai beliau. Manda cinta nggak sama Rasul ? “ begitu pak Usman selalu mengingatkan aku agar senantiasa mencintai ALLAH dan Rasulullah, karena keduanya juga sangat sayang pada Manda.Beliau lah guru – guru awal kehidupanku, guru – guru yang pertama kali mengajarkan tauhid pada seorang anak kecil yang sedang belajar menapaki kehidupan. Dari beliau semua aku tau betapa ALLAH sangat mencintai kita dan memberi apapun yang kita minta tanpa meminta balasan, bahkan memberi segala sesuatu yang kita butuhkan tanpa kita minta. Mencukupinya tanpa syarat. Dan Rasulullah berjuang dengan segala cintanya untuk membuat kita hidup lebih beradab dan manusiawi, walaupun untuk itu semua yang ku tau beliau merelakan tubuh, jiwa dan hartanya demi membuat kita seperti saat ini. Terima kasih ku yang tak terhingga untuk semua orang – orang tercintaku yang mengajarkanku mencintai ALLAH dan Rasul Nya sejak aku masih kecil, dan membuatku makin mencintainya hingga kini.Tak ada yang setulus cinta ALLAH dan RasulNya, tak ada yang sebanding dengan CINTA Nya …Ya Rabbi,Muliakan beliau semua, Jadikan beliau semua orang – orang yang KAU cintai Seperti cinta mereka padaMu Dan mengajarkan aku untuk mencintaiMu …Amiin.Aku sedang mencoba menerapkannya pada putri kecilku, sekarang.